apa yang kau inginkan saat kau jauh dari diri ku
apa yang kau minta ketika kau kembali tiba
apa yang kau mau...apa kau mau...
seperti malam yang tak selamanya ada...
seperti bulanyang tak selamaya purnama
aku tak bisa...di samping mu slalu...
apa yang harus aku lakukan
jika jarak tak bisa aku gapai
ku temui siang
dan tak ku dapati bintang...
apa yang harus aku perbuat
bila mendung kelabu datang
tak bisa ku usir
tak mungkin ku abaikan...
apa yang harus ku lakukan
bila rindu menyiksa kalbu
tak bisa ku tolak
tak mungkin ku acuhh kan....
dan ku biarkan ini terjadi
WELCOME AT KODOKIJO
Berbagi apa saja untuk siapa saja. semoga bermanfaat
Tampilkan postingan dengan label jingga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jingga. Tampilkan semua postingan
Kamis, 08 September 2011
Elegi Pagi
Akhirnya kamu muncul kembali setelah aku menata hati,,
Tanpa rasa berdosa dan bersalah kamu sapa aku seolah aku baik-baik saja.
Enyahlah....
Jika hanya untuk menyakiti ku,,
Lenyaplah....
Jika hanya untuk melukai ku,,
Aku tak sekuat karang yang kokoh menerima terpaan ombak yang datang dan pergi,,
Aku tak seperti itu,,
Kamu tak pantas datang dan pergi sesuka hati mu menyapa ku..
Kamu tak layak mengucapkan kata cinta dan sayang namun kamu abaikan aku,,
Aku bukanlah dermaga yang bisa kamu singgahi sesuka hati.
Aku bukanlah perhiasan yang bisa kamu pakai dan lepas jika tak lagi kamu sukai.
Tapi aku hujan....yang datang memberi kesejukan dikemarau panjang.
Tapi aku perpustakaan, yang setiap memori kisah ku bagi dan ku rapikan.
Tapi aku cerita yang akan membuat cerita baru dan menutup cerita lama ku,,,
Jika kamu masih datang pada ku tanpa perasaan bersalah itu...
Aku takkan memperdulikan kamu,,
Meski kamu berdiri didepan ku.
Tanpa rasa berdosa dan bersalah kamu sapa aku seolah aku baik-baik saja.
Enyahlah....
Jika hanya untuk menyakiti ku,,
Lenyaplah....
Jika hanya untuk melukai ku,,
Aku tak sekuat karang yang kokoh menerima terpaan ombak yang datang dan pergi,,
Aku tak seperti itu,,
Kamu tak pantas datang dan pergi sesuka hati mu menyapa ku..
Kamu tak layak mengucapkan kata cinta dan sayang namun kamu abaikan aku,,
Aku bukanlah dermaga yang bisa kamu singgahi sesuka hati.
Aku bukanlah perhiasan yang bisa kamu pakai dan lepas jika tak lagi kamu sukai.
Tapi aku hujan....yang datang memberi kesejukan dikemarau panjang.
Tapi aku perpustakaan, yang setiap memori kisah ku bagi dan ku rapikan.
Tapi aku cerita yang akan membuat cerita baru dan menutup cerita lama ku,,,
Jika kamu masih datang pada ku tanpa perasaan bersalah itu...
Aku takkan memperdulikan kamu,,
Meski kamu berdiri didepan ku.
Selasa, 06 September 2011
Jingga
Meneteskan air mata di kesunyian malam itu yang bisa ku lakukan, aku membenci diri ku yang cengeng. Ku seka tapi selalu tak bisa ku bendung.Ingin aku pergi ke ujung dunia dimana tempat yang tak bisa disentuh siapa-siapa, agar saat aku teriak tak kan ada yang mencibir ku, agar saat aku menjerit tak ada yang menertawakan ku. Ini hanya karna sebuah kata cinta...ku maki-maki diri ku yang tak berharga...ingin ku bunuh hati ku agar mati rasa. Aku tak bisa tetap berpura-pura tertawa, aku tak bisa terus seolah-olah aku bahagia. Tersungkur aku dalam gelap, perih ini semakin menyayat-nyayat menyiksa ku. Saat aku tetap ada disekeliling karang, aku semakin merasa terhimpit banyak beban....ombak yang menerpa ku ternyata merapuhkan keyakinan ku...angin -angin itu membisikkan aku kalah,,aku lemah.
Tak ada yang aku harapkan, tak ada yang aku inginkan kecuali sebuah ketenangan. Aku masih tak bisa berdiri tegak, aku masih berjalan terseok-seok di keremangan senja dengan angin yang kencang yang menggigilkan tubuh ini hingga ketulang terdalam. Bisu aku memahami kata cinta, tersiksa aku setiap berkata iya. Bisakah satu kali dalam sebuah waktu ku rasa ini diganti,,,agar derita ku dapat terasa olehnya, agar air mata ini dapat menetes dari kelopak matanya, Aku ingin mati rasa, aku ingin membunuh gejolak yang mencabik-cabik ku di setiap hembus nafas ku. Biarkan...biarkan ketidakpedulian mengubur mimpi ku, biarkan kesakitan ini membunuh ku...aku masih mencari tempat terjauh yang tak tergapai siapapun yang menyakiti ku.
Langganan:
Postingan (Atom)